Prolog
"Ahh anjir! Ganteng bangeettttt!" seru Fessa sambil menggigiti jarinya
tanpa melepas pandangan terhadap ponselnya yang sedang memutar sebuah
video performance dari boygroup kesukaannya.
"Jangan buka jangan buka pliss!" serunya lagi, mengundang perhatian para
siswa yang sedang berlalu lalang di koridor. Fessa tidak peduli mereka
akan mengiranya aneh. Toh, apa yang disukainya itu bukanlah urusan
mereka.
Masih seru menonton video yang entah kapan habisnya atau mungkin memang diputar berulang-ulang, Fessa
terus berjalan tanpa memperhatikan arah hingga ia menabrak sesuatu yang
sedikit keras sedikit empuk namun berbau harum, menurutnya. Namun
sayang sekali, kejadian kecil itu membuat ponselnya berakhir mengenaskan
di lantai.
"Andwae! Oppa!" Fessa tentu saja histeris. Ponselnya kini menampilkan warna hitam bergaris. Video Oppa-Oppa tampannya kini lenyap.
Wajah Fessa mulai memerah. Dapat dipastikan darahnya sudah mendidih
sampai ke ubun-ubun. Ditatapnya cowok berwajah datar yang ia tabrak tadi
dengan tajam.
"Lo! Ganti rugi! Gara-gara lo hape gue mati dan gue nggak bisa mantengin
bias gue!" sentak Fessa dengan menunjuk-nunjuk wajah cowok itu dengan
sedikit berjinjit.
"Sorry" ucap cowok itu masih dengan wajah datar lalu berjalan meninggalkan Fessa dengan langkah lebarnya.
Fessa mendengus keras-keras. Ia tidak suka diabaikan.
"Eh lo! Tunggu!" Fessa mengambil ponselnya lalu segera menyusul cowok
itu dengan sedikit berlari kemudian langsung merentangkan tangannya
untuk menghalangi langkah cowok itu.
Fessa menarik nafas panjang sejenak, kemudian berucap dengan raut muka
serius, "Oke. Gini. Gue emang salah sih. Gue punya kelemahan terlalu
fokus pada satu hal dan nggak merhatiin keadaan di sekitar gue. Karena
tadi gue terlalu fokus mantengin video Oppa yang hampir buka abs dan
akhirnya nabrak dada elo yang em..."
Fessa tidak melanjutkan kalimat panjangnya karena ia baru menyadari sesuatu.
Cowok itu hanya mengangkat sebelah alisnya, masih cukup sabar untuk mendengarkan ocehan Fessa yang jika diabaikan malah akan terus mengoceh dengan durasi lima kali lipat lebih lama.
"...em... Maksud gue, gegara gue nabrak lo, jadinya hape gue ko-it.
Dan gue nggak bisa nonton video itu lagi. Gue nggak keberatan sih, hape
gue rusak, gue bisa beli yang baru. Tapiiii yang penting ituuu VIDEO
OPPA-OPPA GUE JADI ILANG! Lo tau nggak gimana rasanya? Sakit! Sakitnya
tuh di sini." ujar Fessa dengan sangat dramatis.
'Huft... Hampir aja.' batin Fessa.
"So, Arshal yang katanya jurusan Mulmed, please bikin video Oppa-Oppa gue balik" mohon Fessa dengan memasang duck face.
Mendengus, cowok itu langsung mengambil ponsel Fessa dan bergegas pergi. "Oke,"
"Dua hari" lanjutnya.
To be continue...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar